Home / Berita Terkini / Afi NIhaya Faradisa Kembali Manuliskan Sebuah Pandangannya terhadap Masyarakat Indonesia saat ini
Afi NIhaya Faradisa Kembali Manuliskan Sebuah Pandangannya terhadap Masyarakat Indonesia saat ini

Afi NIhaya Faradisa Kembali Manuliskan Sebuah Pandangannya terhadap Masyarakat Indonesia saat ini

Berita Artis Terkini : Berikut isi tulisan dari pandangan seorang pelajar yang mampu mengejutkan Nitizen :

Bagaimana rasanya membenci keluarga namun Anda tinggal serumah dengan mereka? Tidak ada lagi rasa hormat kepada ayah, sering bertengkar dengan ibu, kemudian tidak ada lagi rasa kasih sayang pada saudara sendiri.
Seperti itulah kira-kira ketika Anda tinggal di Indonesia, mencari makan dan bergantung pada tanahnya, namun Anda sangat membenci pemerintahan yang sedang berkuasa.
Saat membenci dengan pemerintah, mungkin yang Anda benci akan merasa baik-baik saja, namun siapa yang akan menanggung ‘ketidaknyamanan’ sebagai konsekuensi dari rasa benci itu sendiri?
Bagaimana bisa anda yang meminum racun namun berharap orang lain yang akan mati?
Apakah dengan membenci, maka pemerintah akan dengan sendirinya berganti?

Selalu ada sifat ketidak puasan terhadap pemerintah, tidak peduli dengan siapa yang sedang berkuasa.
Sekarang orang-orang pada mengatakan pada jaman Pak Soeharto merupakan jaman yang paling enak, namun kenapa dulu orang-orang dengan kompak melengserkan pemerintahan di jaman tersebut?
Apakah benar jika kebaikan seseorang akan lebih terlihat disaat sudah menjadi mantan? Dimana dulu dicerca akan tetapi sekarang dipuja.
Sekarang dihina, kalau sudah jatuh baru akan kelihatan sisi baiknya.

Sebelumnya saya pernah menulis status dengan judul “KUALITAS SUATU NEGARA DINILAI DARI RAKYAT DAN TOILETNYA”
Bagaimana bisa? Karena pemerintah itu berasal dari kita-kita. Percuma saja dengan mengganti semua pejabat negara, karena masalah moral ini sudah merata ke seluruh rakyat Indonesia, karakter yang buruk di tingkat pemerintah sudah menyebar ke lapisan rakyat yang paling kecil. Ya, itu adalah KITA yang menjadi masyarakatnya.

Wakil rakyat sekarang dari mana asalnya? Itu semua dari KITA ? Berarti KITA yang sebenarnya bobrok kemudian menghasilkan wakil rakyat yang bobrok juga.
Saat kita melihat ada anggota dewan yang berantem di sidang, berarti dia berasal dari kultur masyarakat yang memiliki sifat anarkis.

Dan apabila melihat ada pejabat kita yang korup, itu karena dia berasal dari masyarakat yang feodal dan konsumtif.
Yang dulu berteriak dengan lantang di jalan dan menentang korupsi, akan tetapi diwaktu mereka telah mejabat, mereka malah melakukan hal yang dulu ditentangnya. Semua itu karena apa? Karena mereka juga berasal dari masyarakat yang tidak “TERDIDIK”.

Sebelumnya negara kita pernah dipimpin oleh seorang ilmuwan, namun tidak membuat rakyatnya menjadi intelek semua.

Negara kita juga pernah dipimpin seorang ulama, akan tetapi tidak membuat rakyatnya mejadi religius dan berkarakter mulia. Negara kita juga pernah dipimpin oleh seseorang yang bijak, namun tetap saja rakyatnya banyak yang bertindak anarkis. Hal tersebut dikarenakan masyarakat terlalu berharap apabila pemerintah yang akan mengubah kehidupan mereka, namun mereka tetap saja mempertahankan karakter-karakter lama.

Cobalah melihat dengan realita. Dengan cara memupuk kesadaran “semua salah pemerintah” namun kapan kita sendiri akan mulai berbenah?

Kualitas suatu negara dapat dilihat dari toiletnya. Apabila di toilet-toilet yang mayoritas penggunanya adalah orang dewasa masih dituliskan dengan peringatan “Siram kloset setelah dipakai”
Jika hal yang sesederhana itu saja perlu diingatkan, diatur, dan ditegur,
Apalagi mau ngurus negara?

Scroll To Top