Home / Berita Terkini / Jokowi Akan Bertindak Tegas Apabila Freeport Tidak Mau Bermusyawarah
Jokowi Akan Bertindak Tegas Apabila Freeport Tidak Mau Bermusyawarah

Jokowi Akan Bertindak Tegas Apabila Freeport Tidak Mau Bermusyawarah

Berita artis terkini – Presiden Joko Widodo kali ini kembali menegaskan tidak akan talut untuk menghadapi PT Freeport Indonesia. Jokowi mengancam akan bertindak tegas apabila Freeport tidak dapat di ajak untuk berunding, ucap Jokowi saat berada di Jakarta, Kamis (23/2).

Dan kini perundingan dengan PT PReeport telah di percayai kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam tempo 120 hari perundingan Presiden Jokowi berharap dapat mencapai solusi yang saling menguntungkan.

Saat ini Menteri sedang melakukan proses negosiasi dengan pihak Freeportuntuk dicarikan win-win solusi. dan kita sangat menginginkan hal tersebut. Dan dikarekan ini merupakan masalah bisni maka kita menyerahkan kepada Menteri, ucapnya.

Dimana pada waktu sebelumnya PT Freeport Indonesia dikabarkan kembali membuat ulah. Perusahaan yang berafiliasi dengan PT Freeport McMoran yang berbasis di negeri paman sam Amerika Serikat ini menentang pemerintah Indonesia atas masalah aturan perubahan Kontrak Karya (KK) ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), divestasi saham sebesar 51 persen, kemudian membayar kewajiban pajak yang belum dibayar.

Atas hal tersebut Freeport McMoran menyatakan sikap keberatan atas perubahan status tersebut secara sepihak. Atas masalah tersebut PT Freeport meminta agar pemerintah mengkaji ulang perubahan KK menjadi IUPK tersebut. Karena masalah tersebut Presiden Direktur Freeport McMoran, Richard C Adkerson yang jauh-jauh terbang dari Amerika untuk menyampaikan apabila pihak Freeport akan menempuh jalur arbitrase internasional apabila dalam waktu 120 hari perundingan dengan pemerintah terkait pengubahan status tersebut tidak menemukan titik temu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan geram atas sikap keras nya freeport tersebut. Jonan beberapa kali menyindir Freeport. pada saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang. Pernyataan yang dikeluarkan Jonan seakan menggambarkan kalau dirinya tidak gentar untuk menghadapi perusahaan tambang emas terbesar di dunia itu.

Jonan mengatakan kalau dirinya sebelum mengurus ESDM mengira Freeport merupakan gajah namun ternyata hanya sapi, ucap Menteri Jonan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Jonan yang membandingkan PT Freeport dengan perusahaan tambang Exxon dan Chevron. Jonan mengatakan kapitalisasi Freeport yang hanya USD 20 miliar masih jauh di bawah Exxon Mobile yang mencapai hingga USD 355 miliar kemudian Chevron dengan USD 204 miliar. Dua perusahaan tersebut mau mengikuti aturan dan tidak rewel seperti halnya PT Freeport.

Menteri Jonan merasa heran kenapa PT Freeport membuat ulah padahal royalti dan juga pajak yang dibayarkan dalam kurun waktu 25 tahun hanya berkisar Rp 214 triliun atau sekitar Rp 8 triliun dalam waktu 1 tahun. Menurutnya Jonan, pajak yang dibayarkan oleh PT Freeport tidaklah terlalu besar.

Pajak Freeport hanya sebesar 8 triliun pertahun. Hanya membayar kewajiban sebesar Rp 8 triliun kok rewel,” ucap Menteri Jonan.

Ignasius Jonan tidak gentar atas ancaman dari Freeport yang akan membawa persoalan ini ke arbitrase. Jonan kemudian megeluarkan sindiran kepada pihak Freeport seolah mencari perkara dengan pihak pemerintah apabila membawa masalah ini ke arbitrase. Jonan dengan tegas memberikan peringatan kepada Freeport karena pihak pemerintah tidak akan mundur sejengkalpun.

Scroll To Top