Home / Berita Terkini / Jokowi Mengkritik Ahok Masalah Dana Yang Mengendap
Jokowi Mengkritik Ahok Masalah Dana Yang Mengendap

Jokowi Mengkritik Ahok Masalah Dana Yang Mengendap

Berita Artis Terkini – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang diketahui memiliki kedekatan. Pada saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI dan Ahok yang menjadi Wakilnya sampai Jokowi menjadi presiden, kedua orang tersebut terlihat sangat dekat, akrab dan hampir tidak pernah saling mengritik.

Akan tetapi beberapa waktu yang lalu Jokowi mengritik Ahok karena dinilai sangat lambat mencairkan atau menggunakan dana APBD. Padahal, penyerapan dari anggaran daerah sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pak Ahok, memang duitnya banyak namun yang disimpan juga banyak. Masih terdapat Rp 13,9 triliun. Dana tersebut harus dikeluarkan, ucap Jokowi pada Rakornas TPID saat berada di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (4/8).

Diketahui DKI berada yang paling atas dengan dana APBD Rp 13,9 T yang masih mengendap. Setelah itu diurutan kedua adalah Jawa Barat yang masih terdapat (Rp 8 triliun), kemudian di urutan ketiga adalah Jawa Timur yang masih memilii dana (Rp 3,95 triliun), dan masih terdapat sejumlah daerah lainnya.

Meskipun demikian, Jokowi mengakui masih banyaknya dana daerah yang mengendap bukan hanya di DKI Jakarta saja.

Karena masalah ini Jokowi pun meminta kepada semua kepala daerah, bukan hanya Ahok, agar segera mencairkan dana APBD. Karena, uang tersebut akan beredar, menambah, dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota, dan juga provinsi.

Jokowi menjelaskan pada Mei 2016 lalu, uang yang masih mengendap yang terdapat di APBD kabupaten/kota dan juga diprovinsi keseluruhannya masih terdapat Rp 246 triliun. Sedangkan untuk di bulan Juni 2016, terdapat penurunan menjadi Rp 214 triliun.

Dana Rp 264 triliun tersebut sangat besar sekali. Apabila uang tersebut keluar semua, pertumbuhan ekonomi kita akan terdongkrak naik. Akan tetapi di bulan Juni turun jadi Rp 214 triliun namun masih di atas Rp 200 triliun, Jokowi mengatakan kepada para gubernur agar berhati-hati. Keterlambatan realisasi yang seperti ini jangan diteruskan lagi. Stop. Dana harus segera dikeluarkan, ucap Presiden Jokowi.

Setelah mendapat kritik dari Jokowi, Ahok pun mengangkat bicara. Ahok menjelaskan dana APBD sebesar Rp 13,9 triliun tersebut mengendap di bank karena sengaja disiapkan untuk membayar proyek yang akan berjalan nantinya.

mengenai serapan anggaran harus dibaca. Sekarang proyek-proyek kami baru saja dimulai, Apakah mau membayar dulu sebelum proyek dimulai? Jelas Ahok saat berada di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8).

Ahok mengatakan, Presiden Jokowi kini sudah melakukan komunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar mengatur kas Pemprov DKI. Karena, Jakarta selalu mendapatkan hasil pajak yang paling besar apabila dana ini ditahan maka dapat digunakan untuk melakukan pembangunan infrastruktur untuk daerah lain.

Kalau dana hasil dari pajak DKI tersebut apabila daerah dapat menyerap bagus, dan daerah bagi hasil ke kita ditahan. Kan sekarang DKI bangun proyek rusun-rusun, dan bayar kontraknya pada bulan April-Mei. Jadi duitnya ini dapat dipinjamkan kedaerah lain.

Scroll To Top