Home / Berita Terkini / Kapolda Metro Minta Diajarkan Cara Ngetik Saat Rizieq Minta Kasusnya Di Hentikan
Kapolda Metro Minta Diajarkan Cara Ngetik Saat Rizieq Minta Kasusnya Di Hentikan

Kapolda Metro Minta Diajarkan Cara Ngetik Saat Rizieq Minta Kasusnya Di Hentikan

Berita artis terkini – Pentolan dari Fron Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab kini memohon agar kasus logo palu arit yang terdapat di uang baru Indonesia yang sebelumnya telah melibatkan dirinya untuk dihentikan. Atas hal tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan hanya bisa nyegir dalam menghadapi masalah tersebut.

Irawan mengaku heran dengan permintaan Rizieq agar kasus tersebut untuk dihentikan. Atas permintaan tersebut, Iriawan meminta untuk diajarkan bagaimana cara mengetik surat penghentian kasus yang sedang dihadapinya tersebut.

Irawan mengatakan “Sekarang saya ingin bertanya bagaimana caranya untuk menghentikan bagaimana caranya. Ajarin saya,” ucap Iriawan saat berada di Polda Metro Jaya, Rabu (22/2).

Iriawan mengatakan dirinya tidak tahu bagaimana cara megetiknya, kan ada penyidik, tanyakan saja sendiri langsung ke penyidiknya. Bagaimana cara menghentikan kasus tersebut, ajarkan saya,” sindirannya.

Iriawan tidak ingin ambil pusing atas apa yang diucapkan dari kubu Rizieq. Termasuk juga tudingan kepada pihak penyidik yang tidak menemukan unsur pidana pada kasus yang sedang dijalaninya.

Hal itu adalah tugas pengacara dalam membela kliennya, pasti begitu. Enggak mungkin begini, pak ini bisa dikirim kejaksaan, kagak mungkin dia ngomong gitu, ucapnya.

Sebelumnya telah disebutkan, Anggota yang berasal dari tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Kapitra Ampera yang memaksa pihak kepolisian untuk mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas beberapa kasus yang dituduhkan kepada Rizieq. Karena mereka menilai pihak kepolisian tidak dapat menemukan unsur tindak pidana seperti yang dituduhkan kepada Rizieq dan Munarman.

Kami meminta supaya kasus yang melibatkan Rizieq agar di SP3 kan. Dikarenakan tidak terdapat unsur pidana didalamnya, ucap Kapitra saat memberikan keterangannya kepada wartawan pada hari Selasa (21/2) kemarin.

Scroll To Top