Home / Berita Terkini / Polisi dan TNI di Sampit jaga rumah pelaku & korban pembunuhan
Polisi dan TNI di Sampit jaga rumah pelaku & korban pembunuhan

Polisi dan TNI di Sampit jaga rumah pelaku & korban pembunuhan

Berita Artis Terkini – Kali ini puluhan anggota dari TNI/Polri Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah melakukan penjagaan yang ketat terhadap rumah pelaku dan juga korban pembunuhan.

Dari informasi yang berhasil kami terima, pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu (7/9) pukul 22.00 WIB dan diketahui pelaku IM dengan umur (17) kemudian korbannya bernama Hendri Priwani, dan pada kasus ini merupakan murni tindak kriminal dan tidak ada sedikitpun kaitannya dengan konflik suku agama ras dan antar golongan (Sara), ucap Kapolres Kotawaringin Timur (Koim) AKBP Hendra Wirawan saat berada di Sampit, seperti dikutip dari antara, Sabtu (10/9).

Hendra menjelaskan, pelaku IM telah berhasil diringkus polisi pada Kamis (8/9) malam di rumahnya yang berada di Jalan Pelita Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur. Kemudian polisi melakukan penjagaan terhadap rumah pelaku dan juga korban yang merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadinya saling serang antar warga karena tidak menerima kejadian tersebut.

Dan karena masalah ini, sempat terjadi sedikit bentrokan karena kesalah pahaman, yaitu perusakan terhadap sebuah toko yang dilakukan oleh beberapa warga, Akan tetapi masalah ini sudah berhasil kita cegah dan tidak meluas, ucapnya.

Namun pada bentrokan ini tidak terdapat korban jiwa, kemudian pihak kepolisian juga telah berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga telah melakukan provokasi. Para pelaku pengrusakan telah kita amankan dan kini para pelaku sedang menjalani pemeriksaan, ucapnya.

Hendra menjelaskan, situasi pada kota Sampit khususnya dan Kabupaten Kotawaringin Timur hingga kini masih kondusif, aman dan terkendali. Tidak terjadi kerusuhan, kemudian pada Kotawaringin Timur juga tercatat aman dan kondusif. Saya minta agar masyarakat agar ikut menjaga keamanan dilingkungan masing-masing, tuturnya.

Hendra menjelaskan, untuk kedua belah pihak, antara keluarga pelaku dan juga keluarga korban sudah sepakat untuk melakukan perdamaian kemudian menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwajib.

Dari yang kita ketahui sebelumnya, pembunuhan ini terjadi bermula karena saat korban yang mendatangi rumah pelaku untuk membeli narkoba, akan tetapi si pelaku menolak karena pelaku mengatakan dirinya tidak menjual narkoba.

Namun korban yang terus memaksa, akhirnya terjadi adu mulut hingga akhirnya terjadi perkelahian yang mengakibatkan tewasnya korban akibat dari luka sabetan senjata tajam pada bagian tubuhnya. Kemudian korban tewas sekitar 100 meter dari tempat kejadian pelaku karena kehabisan darah.

Scroll To Top