Home / Berita Terkini / Setelah Diperiksa Akhirnya Polisi Memutuskan Tidak Menahan Buni Yani
Setelah Diperiksa Akhirnya Polisi Memutuskan Tidak Menahan Buni Yani

Setelah Diperiksa Akhirnya Polisi Memutuskan Tidak Menahan Buni Yani

Bertia Artis Terkini

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya memutuskan untuk tidak melakukan penahana terhadap Buni Yani, dimana kita ketahui sebelumnya Buni Yani yang merupakan pengunggah video ucapan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyitir surat Al Maidah ayat 51. Polisi menganggap Buni Yani kooperatif saat menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka.

Buni Yani kooperatif karena menjawab semua pertanyaan dari penyidik, kemudian yang bersangkutan berjanji tidak akan melarikan diri, ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

Buni Yani kini telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan penyebaran informasi yang kemudian menyebabkan rasa kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Pihak kepolisian kini melakukan pemeriksaan terhadap Buni Yani sebagai tersangka sejak Rabu (23/11) pukul 20.00 WIB. Kemudian pemeriksaan berlanjut semalam hingga pukul 00.30 WIB. Sejak pukul 10.00 WIB, pemeriksaan dilakukan kembali dan berakhir hingga 16.00 WIB

Polisi penyidikan tersebut kini Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti tiga kalimat yang tertulis dan di-posting di Facebook. Ketiga kalimat yang diposting adalah :

1 “Penistaan terhadap agama?”

2 “Bapak-Ibu [pemilih Muslim]… dibohongi Surat Al Maidah 51″… [dan] “masuk neraka [juga Bapak-Ibu] dibodohi”.

3 “Keliatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini”.

Kasus Buni Yani tersebut kemudian bergulir dalam rangkaian kronologi yang cukup panjang. Dimana telah kita ketahui Video yang diunggah Buni pada 6 Oktober tersebut telah tersebar di media sosial kemudian menjadi viral.

Video yang menayangkan ucapan Ahok pada saat melakukan pidato di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu, dan video tersebut berhasil menyedot ribuan peserta Aksi Bela Islam untuk turun ke jalan kemudian menuntut proses hukum Ahok. Gerakan masif tersebut kemudian didukung oleh sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia yang juga menyebut Ahok telah menistakan agama.

Karena mendapatkan tekanan dari publik dan juga terjadi ketegangan politik yang sangat besar, pemerintah pun turun tangan. Polri diinstruksikan untuk melakukan gelar perkara terbuka khusus pada kasus Ahok.

Atas kasus ini Ahok pun kemudian dijadikan tersangka penista agama pada 16 November lalu. Ahok dikenai Pasal 156-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Scroll To Top