Home / Berita Terkini / Wagub Djarot : Proyek Toilet DPRD DKI Akan Di Audit
Wagub Djarot : Proyek Toilet DPRD DKI Akan Di Audit

Wagub Djarot : Proyek Toilet DPRD DKI Akan Di Audit

Berita Artis Terkini – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menduga pengangaran dana untuk merenovasi toilet pada Gedung DPRD DKI mencapai hingga ratusan miliar merupakan hal yang tidak wajar. Djarot yakin proyek tersebut terdapat penyelewengan dana.

Ini merupakan pemborosan anggaran. Kemudian bisa terjadi juga penyalahgunaan anggaran olrh oknum tertentu. Makanya harus dilakukan pemeriksaan anggarannya digunakan untuk apa saja. Apa benar ada perbaikan, ucap Djarot saat berada di Jakarta, Minggu (17/7).

Djarot berpendapat, pengadaan anggaran renovasi toilet tersebut harus diperiksa kembali.

Pasti akan dilakukan pengauditan. Anggaran ini di bawah Setwan (Sekretariat Dewan) DPRD DKI, ucap Djarot.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah meminta penggunaan dana anggaran untuk renovasi toilet gedung baru DPRD DKI segera diusut tuntas. Ahok mencurigai toilet sangat mudah rusak padahal anggaran dialokasikan sangatlah besar.

Di 2014, Dinas Perumahan dan Gedung Perkantoran DKI Jakarta telah melakukan renovasi terhadap toilet gedung baru DPRD dengan nilai lebih dari Rp 50 miliar. kemudian pada tahun lalu dianggarkan lagi dengan nilai Rp 28 miliar. Proyek tersebut dimenangkan PT Hana Huberta.

Sehingga proyek renovasi tersebut memicu kontroversi karena nilainya dianggap sangat tidak wajar. tidak hanya itu, renovasi toilet dan juga hall sebenarnya masih belum perlu. Keramik, marmer, urinoir, dan toilet juga berfungsi baik.

Tidak hanya toilet, instalasi dan juga saluran pembuangan air pun ikut diganti. Padahal, semua itu masih berfungsi dengan baik. Kemudian atap gedung dewan yang masih terlihat baik pun juga diganti.

Dimana proyek tersebut telah dikerjakan di tahun 2013 dengan biaya anggaran mencapai Rp 47 miliar. Pada saat itu, dilakukan penggantian tembok marmer di lobi gedung. kemudian, tahun ini proyek yang sama akan kembali dikerjakan. Dimana tembok marmer yang baru terpasang sekitar setahun tersebut kembali di lakukan pembongkaran.

Ahok mencurigai kalau terdapat pihak yang bermain dengan pagu anggaran. Tidak hanya di bagian legislatif, Akan tetapi hingga anak buahnya atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melaksanakan proyek tersebut.

Waktu kemarin saat berantem-berantem, Kami belum mengontrol kelakuan SKPD. Makanya dari itu banyak APBD yang telah kita Silpa kan,” Ucap Ahok, sapaan Basuki.

Scroll To Top