Home / Kriminal / Terbongkar Mobil Ambulance Berisi Batu Milik Adik Prabowo
Terbongkar Mobil Ambulance Berisi Batu Milik Adik Prabowo

Terbongkar Mobil Ambulance Berisi Batu Milik Adik Prabowo

Beritaartisterkini.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Kamis mengatakan mobil ambulans yang berlogo Partai Gerindra disebutkan oleh polisi telah membawa batu pada aksi 22 Mei 2019 di Jakarta dan diduga terdaftar atas nama PT. Arsari Pratama milik Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik dari capres Prabowo Subianto yang beralamat di Jakarta Pusat.

Dalam mobil ambulans tersebut berisi lima orang yang telah berhasil diamankan oleh polisi Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya yang berinisial I dan juga yang menjabat Wakil Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya.
“Sebanyak tiga orang yang ke Jakarta namun tidak mempunyai kualifikasi sebagai petugas medis”, ungkap Argo. Selain itu, polisi juga tidak menemukan perlengkapan medis atau kotak P3K dalam mobil ambulans tersebut.

Dibekali Uang Operasional Sebesar Rp. 1.200.000

Polisi menyebutkan bahwa para tersangka diberikan uang untuk operasional dalam menjalankan aksi di Jakarta pada 22 Mei 2019.
” Selama dalam perjalanan mereka dibekali uang sejumlah Rp. 1.200.000,- untuk operasional. Pelaku yang memberikan batu itu juga belum diketahui,” kata Argo kepada Antara.

Terbongkar Mobil Ambulance Berisi Batu Milik Adik Prabowo

Polda Metro Jaya sebelumnya telah berhasil menangkap lima orang terkait temuan mobil ambulan yang berlogo Partai Gerindra saat kerusuhan 22 Mei di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Mobil yang berisikan batu tersebut dikirim dari Tasikmalaya atas perintah dari ketua DPC Partai Gerindra untuk keperluan demonstrasi yang diadakan di Gedung Bawaslu RI.

Baca Juga: Jurnalis di Persekusi Pada Aksi 22 Mei

Lima orang tertangkap atas kejadian terkait temuan itu adalah Yayan Hendrayana alias Yayan, Obby Nugraha alias Obby, Iskandar Hamid, Syamrosa dan Surya Gemara Cibro. Sebagaimana dikertahui ambulans itu berangkat dari Tasikmalaya pada hari Selasa (21/5) pada pukul 20.00 WIB yang dikemudikan oleh Yandi.
Sementara itu tersangka Iskandar Hamid selaku Sekretaris DPC Partai Gerindra dan Obby Nugraha menjadi penumpang. Pada pukul 04.00 WIB, mereka langsung menuju gedung Bawaslu untuk menghampiri massa aksi dan terjadi lemparan antara petugas dan massa aksi. Akhirnya tim polisi menyisir dan menemukan mobil itu dan dibawa ke Polda. Atas perbuatan kelima tersangka maka tersangka dijerat pasal 55, 56, 170, 212 dan 210 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun.

Scroll To Top