Home / Berita Terkini / Terjadi lagi, Kini si Jago Merah Menghanguskan 75 Hektare di Bromo
Terjadi lagi, Kini si Jago Merah Menghanguskan 75 Hektare di Bromo

Terjadi lagi, Kini si Jago Merah Menghanguskan 75 Hektare di Bromo

Beritaartisterkini – Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sudah membuat sekitar 75 hektare lahan hangus terbakar. Meski kebakaran kawasan Padang Sabana Bukit Teletubies Gunung Bromo sudah dipadamkan dengan bantuan helikopter, tapi api masih menyala di tebing Bantengan.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan, Sarif Hidayat mengatakan, tingkat kemiringan di tebing Batengan yang mencapai 90 derajat sehingga menyulitkan upaya petugas memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo tersebut.

“Medan di tebing Bantengan sangat curam. Faktor keamanan petugas di lapangan harus juga diperhatikan,” kata Sarif di Malang, Jawa Timur.

BB TNBTS belum bisa memastikan penyebab utama kebakaran tersebut. Dugaan sementara, sabana kering yang mudah terbakar saat cuaca panas menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Faktor kelalaian manusia juga diduga turut andil terjadinya peristiwa itu.

Tapi, kami masih belum bisa pastikan apa penyebab utamanya dan kami tidak ingin tau untuk saat ini kenapa terjadinya kebakaran hutan tersebut. Sekarang yang kami inginkan yaitu memadaman api yang ada dihutan terlebih dulu,” tutur Sarif.

Sejauh ini ada sekitar 100 personel gabungan yang terlibat upaya pemadaman tersebut. Pemadaman dilakukan secara manual, membuat sekat bakar agar api tak terus meluas. Kerugian utama dari peristiwa ini adalah rusaknya vegetasi dan terancamnya habitat marga satwa.

“Kerugian tentu nilai ekologis karena ada vegetasi yang rusak terbakar. Secara ekologis, habitat di kawasan yang terbakar itu juga ikut terganggu dan bisa menyebabkan kekurangan mahluk hidup yang berada di Hutan Bromo,” ucap Sarif.

Meski demikian, BB TNBTS tetap mengizinkan wisatawan untuk datang ke kawasan Gunung Bromo. Apalagi, titik lokasi kebakaran itu bukan menjadi salah satu titik tujuan wisatawan. Namun, pengunjung tetap diminta untuk waspada dan menjauhi lokasi kebakaran.

“Belum ada kesimpulan untuk menutup secara keseluruhan karena lokasi yang bisa dikunjungi wisatawan itu tak terdampak kebakaran,” ujar Sarif Beritaartisterkini.

 

Scroll To Top