Home / Sehat / Apakah setelah jarang melakukan Seks akan mempengaruhi tubuh?
Apakah setelah jarang melakukan Seks akan mempengaruhi tubuh?

Apakah setelah jarang melakukan Seks akan mempengaruhi tubuh?

Berita Artis Terkini – Terdapat beberapa faktor terhadap pasangan tidak dapat melakukan hubungan intim dengan pasangannya, misalnya seperti banyaknya pekerjaan yang menumpuk, atau sedang melakukan perjalanan yang jauh dan juga hingga putusnya hubungan.

Namun tahukah Anda bahwa beberapa hal yang bisa mempengaruhi sisi kesehatan ketika Anda sudah jarang melakukan hubungan intim seperti sebelumnya? Penasaran kan? Berikut ini adalah beberapa hal-hal yang dapat terjadi apabila Anda telah mulai jarang melakukan hubungan seks lagi.

Akan gampang cemas

Pada sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa pakar psikologis dari Skotlandia mengatakan bahwa orang yang telah jarang melakukan hubungan seks lagi akan gampang mengalami stres dan juga depresi. Hal ini akan mempengaruhi pada mental mereka, yaitu mudah merasa cemas.

Akan mudah terserang pilek dan flu

Terdengar sedikit mengada-ada, bukan? Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Wilkes-Barre University, Pennsylvania, orang yang sering melakukan aktivitas seksual akan membuat sistem imunnya lebih tahan dan lebih kuat. Dengan bertambahnya sistem imun dalam tubuh, maka pertahanan diri terhadap serangan kuman, bakteri atau penyakit akan lebih minim.

Risiko terkena ISK lebih besar

Dengan seringnya melakukan hubungan seks dengan pasangan, menurut penelitian yang hasilnya telah dikeluarkan dalam jurnal American Family Physician, 80% infeksi saluran kemih terjadi pada kurun waktu 24 jam. Saat melakukan hubungan intim dengan pasangan, seseorang akan lebih sering melakukan buang air kecil dimana hal tersebut adalah kemampuan tubuh untuk membuang racun dan juga bakteri di dalam tubuhnya yang terdapat di daerah kewanitaan. Dengan jarangnya melakukan hubungan seksual, maka semakin tinggi pula risiko ISK yang akan timbul.

Menurunnya oksitosin dan keintiman dengan pasangan
Menurut Les Parrott, Ph.D., seorang psikolog dan penulis, dengan berkurangnya hubungan intim dari kehidupan seseorang, maka akan terjadi penurunan oksitosin yang akan membantu kelanggengan pada sebuah hubungan terhadap pasangan. Semakin jarang melakukan hubungan seks, maka rasa khawatir, was-was, perasaan over-thinking dan curiga terhadap pasangan akan lebih tinggi.

Seks adalah salah satu instrumen yang sangat dibutuhkan dalam membentuk suatu hubungan. Memang bukan hal yang penting, akan tetapi dapat menjadi suatu masalah yang besar apabila porsinya dikurangi.

Scroll To Top